Tak jatuh tapi sakit. Entah
keadaan apa ini. Aku tak bisa menterjemahkan. Aku tak pandai memahami rasa.
Lagi-lagi soal rasa. Karena setiap kali melewati ini aku sakit. Aku tertekan.
Ingin menjerit. Penat semakin menggumpal. Ya Tuhan aku tak mengerti. Apa yang
harus aku lakukan. Beri aku secercah cahaya sebagai petunjukMu. Apa yang harus
aku lakukan. Apa yang mesti aku pilih.
Wednesday, October 12, 2016
Monday, September 12, 2016
RINDU
(RINDU)
Aku tidak sesak mengungkap
rindu di hati
Karena rasa itu yang selalu
menggeluti
Entah harus berapa lama
menanti
Aku hanyalah seuntai sajak
yang tak berarti
Maknapun tak bisa ku pahami
Apa maksdunya?
Apa inginnya?
Apa seharusnya?
Siapa yang bisa menjawabnya?
Malam dengan gelapnya
Siang dengan terangnya
Langit dengan bintangnya
Membentuk formasi, tak bisa
dicegahnya
Beradu di cakrawala
Menghalangi sang surya
Semilir angin beradu dengan
kencangnya
Menggores tubuh dengan dinginnya
Malam ini hanya gurauan
Yang mengusikku seperti
berkepanjangan
Yang membuat aku merindukan
Kepada dia sang pujaan
Wednesday, August 24, 2016
KEPEMIMPINAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
KEPEMIMPINAN
DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Studi
Kasus: Jokowi Harus Berani mengambil Kebijakan Untuk Menaikan Harga Rokok
Oleh: Wesih Malia
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita
dihadapkan pada persoalan yang kompleks mulai
dari persoalan yang mudah untuk dipecahkan bahkan ada persoalan yang
menuntut kita berpikir keras. Tentu saja dalam menghadapi setiap persoalan
dibutuhkan pemikiran yang jernih sehingga resiko yang diambil pun tidak terlalu
besar. Apalagi di dalam suatu organisasi persoalan-persoalan itu pasti akan
muncul.
Dalam sebuah organisasi selalu terjadi
interaksi dari beberapa orang secara intensif. Di mana interaksi dilakukan itu
semata-mata untuk pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan. Dinamika
organisasi maupun perusahaan bersifat dinamis. Sehingga karyawan dituntut
memiliki kompetensi yang tinggi untuk menghadapi persaingan. Bukan hanya
masalah kompetensi SDM yang harus diperhatikan tetapi teknologi yang digunakan,
bahan baku, metode kerja, dan lain-lain. Semua itu perlu di arahkan, di atur,
serta dikembangkan untuk pencapaian tujuan. Tentu hal tersebut menjadi sebuah
pertimbangan organisasi/perusahaan yang sering kita sebut sebagai manajemen.
Sedangkan inti dari manajemen adalah kepemimpinan (leadership).
Menurut
Stoner, Freeman, dan Gilbert (1995) dalam (Saefullah, 2010, hal. 255) , mendefinisikan
bahwa kepemimpinan adalah the process of directing and influencing the task
related activities of group members. Kepemimpinan adalah proses dalam
mengarahkan dan memengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang
harus dilakukan. Sedangkan menurut Griffin
dalam (Saefullah, 2010, hal. 255) , membagi
pengertian kepemimpinan menjadi 2 konsep, yaitu sebagai proses dan sebagai
atribut. Sebagai proses, kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh
para pemimpin menggunakan pengaruhnya dalam memperjelas tujuan organisasi bagi
para pegawai, bawahan, atau yang dipimpinnya. Dari sisi atribut, kepemimpinan
adalah karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
Berbeda
dengan Bush dalam (Usman, 2009, hal. 281) menyatakan bahwa
yang dimaksud kepemimpinan ialah memengaruhi tindakan orang lain untuk mencapai
tujuan akhir yang diharapkan. Definisi ini mengandung pengertian yaitu (1)
memengaruhi, (2) tindakan orang lain, (3) tujuan akhir.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas
dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan yaitu suatu proses/kegiatan mengarahkan
dan memengaruhi orang lain agar bertindak sesuai yang diharapkan dalam rangka
pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan orang yang menjalankan kegiatan
kepemimpinan melalui penerapan ilmu manajemen untuk mencapai tujuan bersama itu disebut pemimpin. Tentu untuk
menjadi seorang pemimpin seseorang itu harus mempunyai kekuasaan. Karena dengan
kekuasaan barulah akan dapat memengaruhi orang lain.
Di dalam suatu organisasi/perusahaan ada
yang namanya pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pimpinan. Disinilah
peran pemimpin dalam melakukan kegiatan kepemimpinannya yaitu pengambilan
keputusan. Kepemimpinan merupakan fungsi dari keefektifan operasional pada
pengambilan keputusan di satu organisasi atau administrasi. Pengambilan
keputusan adalah pusat dari kegiatan organisasi. Menurut Sabri (2013)
pengambilan keputusan adalah memilih dan menetapkan satu alternatif yang
dianggap paling tepat dari beberapa alternatif yang dirumuskan. Keputusan itu
harus bersifat fleksibel, analitis dan mungkin untuk dilaksanakan dengan
dorongan sarana prasarana dan sumber daya yang tersedia (berupa manusia dan
material). Sedangkan menurut Koontz (1998, hal. 13) mengatakan bahwa
pengambilan keputusan merupakan seleksi berbagai alternatif tindakan yang akan
ditempuh merupakan inti perencanaan. Sejalan dengan pendapat tersebut William
(1992, hal. 113) mendefinisikan bahwa pengambilan keputusan sebagai seleksi
berbagai alternatif kegiatan yang diusulkan untuk memecahkan masalah.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas,
dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah kegiatan memilih satu
alternatif yang dianggap paling tepat dari berbagai alternatif yang ada.
Pengambilan keputusan mempunyai arti
penting bagi maju atau mundurnya suatu organisasi. Pengambilan keputusan yang
tepat akan menghasilkan suatu perubahan terhadap organisasi ke arah yang lebih
baik, namun sebaliknya pengambilan keputusan yang salah akan berdampak buruk
pada roda organisasi dan administrasinya.
Proses pengambilan keputusan adalah
suatu usaha atau kegiatan yang rasional untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan. Berikut ini urutan-urutan dalam proses pengambilan keputusan
menurut Sutisna (1993, hal. 153) yaitu:
1.
Penentuan masalah
2.
Analisa situasi yang ada
3.
Pengembangan alternatif-alternatif
4.
Analisa alternatif-alternatif
5.
Pilihan alternatif yang paling baik
Pendapat di atas, menegaskan bahwa
sebenarnya proses pengambilan keputusan merupkan proses memilih alternatif yang
terbaik dalam pemecahan suatu masalah. Memang cara ini memerlukan waktu yang
banyak, tetapi kemungkinan terjadi kesalahannya kecil.
Sedangkan menurut Herbart A. Simon
(dalam Asnawir, 2006, hal. 215),
setidaknya ada tiga tahap yang ditempuh dalam pengambilan keputusan, yaitu:
1.
Tahap penyelidikan, tahap ini dilakukan dengan
mempelajari lingkungan atas kondisi yang memerlukan keputusan. Pada tahap ini
data mentah yang diperoleh, diolah dan diuji serta dijadikan petunjuk untuk
mengetahui atau mengenal persoalan.
2.
Tahap perancangan, pada tahap ini
dilakukan pendaftaran, pengembangan, penganalisaan arah tindakan yang mungkin
dilakukan dan
3.
Tahap pemilihan, pada tahap ini dilakukan kegiatan pemilihan
arah tindakan dari semua yang ada.
Seorang pemimpin yang mempunyai
jabatan tertinggi di dalam suatu
organisasi/perusahaan, dalam melakukan proses pengambilan keputusan haruslah
menyesuaikan dari permasalahan yang akan dipecahkan.
Jadi, dalam penggunaan gaya pengambilan
keputusan tersebut seorang pemimpin dapat melakukan proses pengambilan
keputusan berdasarkan masalah yang sedang terjadi.
Dalam pengambilan keputusan tidak selamanya berjalan sesuai dengan apa
yang diharapkan bisa saja hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Berikut ini
faktor-faktor yang dapat memengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan yaitu:
(1) sistem nilai yang berlaku dalam hubungan antara individu dan masyarakat,
(2) persepsi atau pandangan seseorang terhadap suatu masalah. Persepsi ini juga
dipengaruhi oleh sistem nilai yang berlaku dan pengalaman yang dimiliki/dialami,
(3) keterbatasan manusiawi antara lain ketidakmampuan mengumpulkan informasi
secara langsung, (4) perilaku politik, kekuasaan dan kekuatan yang terjadi.
Banyak keputusan yang diambil tidak maksimal, tetapi hanya merumuskan perilaku
politik tertentu, (5) keterbatasan waktu, kesibukan waktu, mengakibatkan informasi-informasi
yang diperoleh sangat terbatas pula untuk digunakan dalam pengambilan keputusan
dan (6) gaya kepemimpinan yang dimiliki seseorang juga akan mewarnai corak
keputusan yang diambil. (Asnawir, 2006, hal. 221-222).
Dari pembahasan tersebut di atas kita
kaitkan dengan realita yang sedang hangat menjadi bahan perbincangan yang
menuai pro dan contra di berbagai kalangan yaitu mengenai kepemimpinan dan
pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh bapak presiden RI yaitu bapak
Joko Widodo atau sering disebut bapak Jokowi terkait kebijakan dinaikannya harga rokok menjadi 2
kali lipat atau sekitar 50 ribu per bungkus.
Dari kasus tersebut, jelas menimbulkan beberapa kritikan dari berbagai
kalangan.
Kabar harga rokok yang mahal ini berawal
dari berita event 3rd Indonesia Health Economics Association (InaHEA) Congres
di Yogyakarta, Kamis (28/7/2016). Berita Kompas.com berjudul Bagaimana jika
Harga Sebungkus Rokok Lebih dari Rp. 50.000?
menjadi bahan rujukan blogger atau penulis di situs-situs yang
melebih-lebihkan berita tersebut dari aslinya. Berita tersebut menyebar seolah-olah
seperti kendaraan yang melaju dengan kecepatan 150 km per jam. Betapa cepat
berita tersebut tersebar dan menuaikan pro dan kontra di berbagai kalangan. Media
sosial seperti Facebook, WhatsApp, Messenger, dan lain-lain yang secara
berantai menyebarkan informasi dan berita yang kadang dilebih-lebihkan oleh
oknum tertentu dari berita aslinya. Padahal berita tersebut belum diumumkan
secara resmi oleh bapak presiden kita karena faktanya, keputusan ini belum ada
bahkan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany sebagai sumber berita pada
kompas.com baru akan membahas hal ini dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani bulan
depan. Ujar Rimawan (www. tribunnews.com).
Jokowi sebagai pemimpin negeri justru
harus memikirkan matang-matang masalah tersebut. Dampak negatif dan positif
yang akan muncul jika secara resmi harga rokok jadi dinaikkan. Apakah lebih
banyak dampak positinya atau malah lebih cenderung menimbulkan dampak negatif. Peran
Jokowi di sinii sangat menentukan bagi kelangsungan negeri ini. Jika dikaitkan
dari teori kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Langkah yang harus dilakukan
oleh bapak Jokowi sebagai pemimpin negeri yaitu menganalisis masalah dan
mengidentifikasi masalah serta dampak yang akan ditimbulkan. Mengkaji secara
keseluruhan tidak hanya pada satu aspek saja. Setelah itu cari aternatif-alternatif yang
memungkinkan untuk mengatasi hal tersebut. Kemudian, mengkaji alternatif-alternatif tersebut dan
pengambilan alternatif terbaik untuk membuat suatu keputusan dan kebijakan yang
tidak menimbulkan perseteruan dari berbagai pihak serta tidak merugikan banyak
pihak. Gaya kememimpinan dalam proses pengambilan keputusan seperti yang
dikatakan oleh Thoha (2012, hal. 320) terdapat empat gaya kepemimpinan dalam
pengambilan keputusan yaitu:
1.
Gaya instruksi
2.
Gaya konsultasi
3.
Gaya partisipasi
4.
Gaya delegasi
Bisa saja dalam situasi yang terjadi,
bapak jokowi menggunakan gaya konsultasi dan partisipasi. Karena bagaimanapun
bapak Jokowi tidak bisa melakukan keputusan sendiri tanpa melihat sudut pandang lain. Karena masalah
tersebut sangat penting untuk dipecahkan. Bapak Jokowi harus mengkaji masalah
tersebut dengan berbagai pihak yang ahli pada bidangnya sehingga resiko dari
kebijakan yang diambil bisa diminalisir.
Simpulan dari pembahasan tersebut di atas,
bahwa kepemimpinan seseorang dalam suatu
organisasi/perusahaan sangat penting peranannya dalam proses pengambilan
keputusan. Karena dalam proses pengambilan keputusan akan sangat menentukan
maju tidaknya urusan organisasi/perusahaan. Sehingga disinilah peran pemimpin
dalam mengambil keputusan dan menentukan kebijakan serta tanggung jawabnya
dalam organisasi/perusahaan.
Referensi:
Asnawir. (2006). Manajemen
Pendidikan. Padang: IAIN IB Press.
Koontz. (1998). Manajemen, Ter. Tim Dosen Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Oteng, S. (1993). Administrasi Pendidikan Dasar Teoretis untuk Praktek
Profesional. Bandung: Angkasa.
Rimawan, R. (2016, Agustus 20). Beredar di Grup Messenger, Ini Daftar
Harga Rokok per September 2016, Mengerikan! Retrieved Agustus 21, 2016,
from http://m.tribunnews.com/lifestyle/2016/08/20/beredar-di-grup-messenger-ini-daftar-harga-rokok-per-september-2016-mengerikan:
www.tribunnews.com
Sabri, A. (2013). Kebijakan dan Pengambilan Keputusan dalam Lembaga
Pendidikan Islam. Jurnal Al-Ta'lim, Jilid 1 , 373-379.
Saefullah, E. T. (2010). Pengantar Manajemen. Jakarta: Prenada
Media Group.
Thoha, M. (2012). Kepemimpinan dalam Manajemen . Jakarta: Raja
Grafindo Persada.
Usman, H. (2009). Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan Edisi
3. Jakarta: Bumi Aksara.
Wanrich, W. J. (1992). Leadership in administration, of Vocational and
Tehnical Education. Ohio: Charles, E. Merril Publishing Company A Bell
& Howell Company.
Monday, August 22, 2016
MERDEKA YANG KE-71
wah masih terasa ya sepertinya nuansa-nuansa kemerdekaan. yup karena kurang lebih satu pekan yang lalu tepatnya tanggal 17 Agustus kita sebagai warga negara Indonesia memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Yeaeyyyy Dirgahayu RI yang ke-71.
Nah pada hari itu banyak sekali rakyat Indonesia di berbagai penjuru memperingatinya. wahh meriah sekali sepertinya hehe mulai dari pawai memakai kostum ala-ala tentara jaman dulu yang mau perang melawan penjajah, ada juga yang memakai kostum paskibraka yang katanya mau ngibarin bendera sangsaka merah putih, yang tak kalah meriahnya ada yang memakai kostum seperti orang yang dianiaya dengan baju yang compang camping berlumur darah ihhh sereeeemmmmm hehehe
tidak hanya pawai saja, ada suatu kegiatan yang pasti tidak akan terlewatkan apa ituu? pengen tau? hahaha
yappp bener banget lomba 17 Agustus. hampir di berbagai penjuru melakukan kegiatan lomba 17 Agustus ini. apa aja sih lombanya. pastinya banyak banget dong dan rupa-rupa warnanya eh mksudnya lombanya hihi jadi nyanyi balonku dong hahah
oke lah kita lanjut, nah lombanya apa aja sih nih biasanya lomba ala-ala 17 Agustus tuh mulai dari lomba makan kerupuk, masukin paku kebotol, masukin jarum ke benang, balap karung, masukin belut ke botol, dan masih banyak lagi hehe tapiiiii ada yang tidak pernah terlewatkan yaitu panjat pinang. siapa sih yang gak tau sama nih permainan??pastinya pada tau dong panjat pinang ya hehe cara mainnya yaitu dengan memanjat pohon pinang yang sebelumnya telah diberi pelumas atau pelicin kaya oli dan sebagainya. dibagian atas pohon pinang ini diikatkan berbagai hadiah menarik lhooo yang nantinya bakal diambil sama pemenang dari sekelompok orang yang memainkan permainan ini tentu dong pemenang itu harus berhasil sampai berada di puncak pohon ini. mankanya permainan ini gak bisa dimainkan sendirian, permainan ini harus dimainkan oleh satu tim kira-kira 4 orang atau lebih lah hehe karena dalam permainan ini memerlukan kekuatan dan kerjasama. hmmmm
menurutku permainan panjat pinang ini mengajarkan kita bahwa rakyat Indonesia itu tidak pernah menyerah meski dalam keadaan krisis dan tetap bersatu saling membantu untuk meraih tujuan.
nah kita nih sebagai pemuda penerus bangsa kudu semangat belajar, semangat cari ilmu, semangat meraih cita-cita, semangat bermanfaat buat orang lain, semangat menjadi yang terbaik, agar bisa berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
MERDEKAAAAA
Thursday, July 21, 2016
bagaimana bisa mengokohkan jiwa
bagaimana bisa mengokohkan jiwa jika hati terus tertekan dengan keadaan yang memilukan
rasanya memang seperti ingin mati tapi akupun berfikir kehidupan setelah kematian itu seperti apa
yah sekilas berfikir seperti itu
entah sebuah penantian yang berujung indah atau sebuah penantian yang berujung sakit
ini bukan masalah, ini mungkin hanya sebuah kejadian yang hanya datang seperti angin berhembus yang sesaat hilang
#quoteswm
rasanya memang seperti ingin mati tapi akupun berfikir kehidupan setelah kematian itu seperti apa
yah sekilas berfikir seperti itu
entah sebuah penantian yang berujung indah atau sebuah penantian yang berujung sakit
ini bukan masalah, ini mungkin hanya sebuah kejadian yang hanya datang seperti angin berhembus yang sesaat hilang
#quoteswm
Thursday, May 12, 2016
Memilih Untuk Melepaskan
Memilih Untuk Melepaskan
#WMNotes
Suasana pagi dengan udara yang sejuk, embun menetes di
dedaunan segar sampai hembusan nafasku, kicauan burungpun masih jelas terdengar
di luaran sana berterbangan dengan lincahnya. Seperti langit yang kutatap lewat
jendela kamarku, aku mulai mengingat lalu merasa yang merangsang jari jemariku
untuk mengetik kata demi kata yang mungkin sebuah ungkapan yang kini aku
rasakan.
Kenangan memang selalu mencari celah untuk mematahkan ingatan
dalam benak. Kenangan itu membawa kamu yang bahkan sudah termakan oleh waktu
tetapi tak pernah habis kubebani dengan tanya. Kamu yang pernah begitu
kupahami, aku katakan pernah karena memang pernah dan kini tak lagi. Ada sebuah
jarak dan batas transparan dari dirimu yang tidak bisa kutembus hanya saja
terlihat tapi tak bisa kusentuh. Bayangmu yang tak bisa lagi kuterka, pikiranmu
yang tak bisa lagi kumengerti, bahkan sikapmu yang semakin hari semakin tak
kupahami akan kemana arah dan tujuannya. Dulu aku katakan itu hal yang
sederhana sangat sederhana tapi sekarang apakah yang ada dalam dirimu bisa
kutebak? Entahlah karena kini aku tak bisa lagi
menemani harimu, ini sebuah keputusan yang sangat sakit untuk kuputuskan
hingga dada berkobar menekan sakitnya hati, kau pasti akan bertanya mengapa
jika keputusan yang ku ambil menyakiti diriku sendiri? Aku akan menjawab itu
mungkin akan lebih baik bagiku nanti setelah aku benar-benar melupakanmu
melepas rasa yang selalu terkurung dalam ingatan di tempurung kepalaku. Jika aku
terus bersamamu aku akan merasakan perih
setiap hari. Mungkin kau tak pernah merasa dan bahkan kau tak pernah tau
seberapa kuat aku mencoba bertahan denganmu, itu bukan sesuatu yang mudah
karena bertahan dengamu berarti aku harus menekan hatiku untuk selalu bisa
memahamimu yang kamu sendiripun tidak bisa untuk memahamiku karena aku tahu kau
tak sepenuhnya menyayangiku. Sebenarnya ini masalah sederhana yang tak tahu
kenapa malah menjadi rumit. Yang akhir-akhir ini malah membuat kita saling
menyalahkan satu sama lain. Bukan salahmu jika harus ada kata selesai di antara
kita. Dan bukan salahku jika aku tak lagi meneruskan rasa kali pertama yang
membuatku bisa mencintaimu dengan tulus. Ini hanya cara kita belajar arti dari
sebuah proses pendewasaan. Biarkanlah waktu yang mengajari kita untuk bisa
menerimanya.
Aku menyerah untuk rasa ini yang akan memperburuk kondisi
hati, aku menyerah untuk menitipkan
segala rasa yang dulu pernah kau pinta dan aku menyerah untuk masa depan
yang pernah kita impikan untuk bisa kita wujudkan. Sungguh sebenarnya bukan ini
yang kumau, bukan ini yang kuharapkan, dan bukan kondisi ini yang ingin ku
rasakan tapi nasi sudah menjadi bubur, cerita kita hanya tinggal kenangan yang
kadang kenangan itu selalu mencari jalan untuk bisa lagi masuk dalam ingatan
kita. Maaf jika keputusan ini yang harus kuambil dan maaf jika aku secepat ini
melepaskan. Memasuki ruang kosong hatimu adalah cara terbaik mengenal cinta,
tetapi melepaskan diri adalah satu-satunya cara yang paling tepat untuk menjauh
dari pergerakan luka. Kita akan baik-baik saja. Untuk sekarang kita fokus pada
kegiatan kita masing-masing, semangatlah untuk meraih cita-cita dan semangat
lah untuk terus memperbaiki diri, karena seberapa rencana yang telah kita buat
tetaplah rencana Allah yang paling indah. Mungkin ini salah satu rencana-Nya
yang belum kita rasakan pasti keindahannya tapi aku yakin suatu saat akan indah
pada waktunya. Yah menunggu memang sesuatu yang sangat menyebalkan tetapi di
saat waktu menunggu teruslah untuk mengisi waktu untuk meningkatkan kualitas
diri agar nanti kita dipertemukan dalam keadaan dimana kita bisa mengerti dan
memahami makna cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya.
Sunday, April 17, 2016
Surat Untuk Diriku 5 Tahun Mendatang, Aku Yakin Kamu Sudah Mewujudkan Cita-citamu
Surat Untuk
Diriku 5 Tahun Mendatang, Aku Yakin Kamu Sudah Mewujudkan Cita-citamu
Oleh: Wesih Malia
Teruntuk diriku,
Mungkin
nanti 5 tahun mendatang kamu akan menjadi orang berbeda. Pastinya berbeda dari
hari ini saat aku menulis surat ini untukmu. Aku tahu kamu mempunyai tujuan
yang sudah kamu rancang untuk kamu wujudkan di 5 tahun mendatang. Aku tahu kamu adalah orang yang tidak pernah
putus asa dan selalu ingin mencoba dan mencoba.
Aku tahu kamu dilahirkan dari keluarga
yang sederhana. Keluarga yang harmonis dan menghangatkan. Bogor adalah kota
kelahiranmu bukan? Sejak itu pada tanggal 16 Juli 1996 kamu dilahirkan tepat
pukul 16.00 WIB. Aku tahu semua itu karena kamu adalah aku. Dengan penuh kasih
sayang dan harapan dari ayah dan ibu terhadap putri kecilnya, mereka merawatku
sampai saat ini umurku 19 tahun. Dan kini, dengan pendidikan yang aku tempuh di
bangku kuliah tepatnya di Universitas Pendidikan Indonesia yang berada di kota
kembang ini mengharuskan aku untuk jauh dari mereka. Dan akupun jarang sekali
untuk pulang ke kampung halaman karena untuk pulang tidak ada uang. Jangankan
untuk uang pulang, uang bekal hidup di bandung pun mengandalkan beasiswa. Yah
semacam beasiswa untuk orang-orang yang tidak mampu. Kadang rindu sering datang
bahkan setiap saat ketika ada masalah. Banyak sekali masalah ataupun persoalan
seperti kekurangan bekal hidup, kekurangan peralatan kuliah, serta menghadapi
hidup yang keras di kota orang. Terkadang semua itu yang membuatku ingin
mengakhiri semuanya dan pulang berkumpul dengan keluarga, namun akupun selalu
ingat bahwa orangtua dan keluargaku di sana menaruh harapan besar terhadapku. Aku
tidak ingin mengecewakan keluargaku terutama ayah dan ibu yang selalu mendukung
keinginanku dan selalu berkorban untukku agar kelak aku dapat meraih
cita-citaku. Menjadi seorang guru adalah cita-citaku sejak umur 6 tahun. Saat itu aku masih duduk di bangku
sekolah dasar, dengan semangatnya membaca dan belajar untuk dapat menjadi orang
pintar dan timbulah keinginan untuk menjadi seorang guru untuk dapat membuat
orang-orang pintar. Itu sekilas sejarah yang akan kamu kenang di kemudian nanti
setelah kamu memang benar-benar mewujudkannya.
Surat ini aku buat untuk diriku sendiri di 5 tahun
yang akan datang. Mungkin 5 tahun yang akan datang aku sudah menjadi orang yang
berbeda. Entah aku sudah sukses meraih cita-citaku atau masih dalam proses
pencapaian cita-cita. Bisa saja aku sudah mempunyai pendamping hidup dunia
akhirat. Aku berharap di 5 tahun yang akan datang nanti aku sudah berhasil
meraih cita-citaku menjadi seorang guru yang cerdas, bermoral, profesional,
penuh motivasi, amanah, dan yang paling penting menjadi seorang guru teladan
yang disenangi oleh murid-muridnya.
Aku yakin 5 tahun yang akan datang kamu
berhasil mewujudkan cita-citamu menyelesaikan studimu dan menjadi seorang guru.
Aku ingin kamu wujudkan keinginanku, yaitu melihat ibu dan ayah menangis karena
bangga melihatmu memengenakan toga dan berkata “inilah putriku, putri yang
dilahirkan dari seorang kuli bangunan dapat menyelesaikan studinya dan
mendapatkan gelar sarjana”. Tentu orangtua dan keluargamu bangga terhadap apa
yang telah kamu wujudkan. Aku ingin mengatakan selamat untuk kamu wahai diriku
karena telah berhasil meraih cita-cita yang selama ini didambakan. Perjuangan
yang luar biasa dan akhirnya mampu untuk mewujudkannya. Jangan lupa bersyukur
kepada Tuhan, juga berterima kasihlah kepada ayah dan ibu yang setiap hari
mendo’akan serta selalu mendukung perjuanganmu. Lalu, beberapa pertanyaan yang ingin aku ajukan nanti
kepadamu wahai diriku. Pertama, bagaimana perasaanmu hari ini? Tentunya kamu
lebih bahagia dari aku yang hari ini sedang menuliskan surat untukmu. Kedua,
bagaimana rasanya menjadi seorang guru? Ketiga, apakah menyenangkan atau
menjengkelkan karena menghadapi kelas dengan latar belakang siswa yang beragam?
Semoga itu bukan sesuatu hal yang menjadikan persoalan yang rumit bagimu. Jangan
galak-galak kalau jadi guru nanti di
khawatirkan muridnya malah malas dan tidak mau belajar denganmu. Jadilah guru
yang disenangi muridnya buatlah muridmu mematuhi perintahmu tapi perintah yang
positif. Selamat juga untuk kamu wahai diriku karena mungkin kamu telah di
dampingi oleh seseorang yang menjadi pilihan kamu untuk menjadi imam bagi dunia
dan akhiratmu.
Hmmm... rasanya pasti tidak bisa
diungkapkan, hanya rasa haru yang ada dibenakmu nanti. Terharu karena impian
yang selama ini diinginkan dan diperjuangkan, akhirnya dapat membuahkan
hasil. Dan terharu karena kamu membaca
surat ini mengingatkan kamu dengan perjuanganmu saat ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)
CONTOH SURAT LAMARAN PEKERJAAN
Bogor , 08 Desember 2020 Hal : Lamaran Pekerjaan Lampiran : 1 Berkas Kepada Yth. .....................
-
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK MAKALAH Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan Disusun...
-
KAJIAN AYAT QS. AL-ASHR AYAT 1-3 Makalah Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Tutorial SPAI Oleh: Ani Yulianti Migi...
-
Bogor , 08 Desember 2020 Hal : Lamaran Pekerjaan Lampiran : 1 Berkas Kepada Yth. .....................