Wednesday, October 12, 2016

Tak Jatuh tapi Sakit

Tak jatuh tapi sakit. Entah keadaan apa ini. Aku tak bisa menterjemahkan. Aku tak pandai memahami rasa. Lagi-lagi soal rasa. Karena setiap kali melewati ini aku sakit. Aku tertekan. Ingin menjerit. Penat semakin menggumpal. Ya Tuhan aku tak mengerti. Apa yang harus aku lakukan. Beri aku secercah cahaya sebagai petunjukMu. Apa yang harus aku lakukan. Apa yang mesti aku pilih.


Monday, September 12, 2016

RINDU


Kata Wida judulnya Rindu

(RINDU)
Aku tidak sesak mengungkap rindu di hati
Karena rasa itu yang selalu menggeluti
Entah harus berapa lama menanti
Aku hanyalah seuntai sajak yang tak berarti
Maknapun tak bisa ku pahami
Apa maksdunya?
Apa inginnya?
Apa seharusnya?
Siapa yang bisa menjawabnya?
Malam dengan gelapnya
Siang dengan terangnya
Langit dengan bintangnya
Membentuk formasi, tak bisa dicegahnya
Beradu di cakrawala
Menghalangi sang surya
Semilir angin beradu dengan kencangnya
Menggores tubuh dengan dinginnya
Malam ini hanya gurauan
Yang mengusikku seperti berkepanjangan
Yang membuat aku merindukan

Kepada dia sang pujaan

Wednesday, August 24, 2016

KEPEMIMPINAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

KEPEMIMPINAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Studi Kasus: Jokowi Harus Berani mengambil Kebijakan Untuk Menaikan Harga Rokok
Oleh: Wesih Malia
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dihadapkan pada persoalan yang kompleks mulai  dari persoalan yang mudah untuk dipecahkan bahkan ada persoalan yang menuntut kita berpikir keras. Tentu saja dalam menghadapi setiap persoalan dibutuhkan pemikiran yang jernih sehingga resiko yang diambil pun tidak terlalu besar. Apalagi di dalam suatu organisasi persoalan-persoalan itu pasti akan muncul.
Dalam sebuah organisasi selalu terjadi interaksi dari beberapa orang secara intensif. Di mana interaksi dilakukan itu semata-mata untuk pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan. Dinamika organisasi maupun perusahaan bersifat dinamis. Sehingga karyawan dituntut memiliki kompetensi yang tinggi untuk menghadapi persaingan. Bukan hanya masalah kompetensi SDM yang harus diperhatikan tetapi teknologi yang digunakan, bahan baku, metode kerja, dan lain-lain. Semua itu perlu di arahkan, di atur, serta dikembangkan untuk pencapaian tujuan. Tentu hal tersebut menjadi sebuah pertimbangan organisasi/perusahaan yang sering kita sebut sebagai manajemen. Sedangkan inti dari manajemen adalah kepemimpinan (leadership).
Menurut Stoner, Freeman, dan Gilbert (1995) dalam (Saefullah, 2010, hal. 255) , mendefinisikan bahwa kepemimpinan adalah the process of directing and influencing the task related activities of group members. Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan memengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan.  Sedangkan menurut Griffin dalam (Saefullah, 2010, hal. 255), membagi pengertian kepemimpinan menjadi 2 konsep, yaitu sebagai proses dan sebagai atribut. Sebagai proses, kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin menggunakan pengaruhnya dalam memperjelas tujuan organisasi bagi para pegawai, bawahan, atau yang dipimpinnya. Dari sisi atribut, kepemimpinan adalah karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
Berbeda dengan Bush dalam (Usman, 2009, hal. 281) menyatakan bahwa yang dimaksud kepemimpinan ialah memengaruhi tindakan orang lain untuk mencapai tujuan akhir yang diharapkan. Definisi ini mengandung pengertian yaitu (1) memengaruhi, (2) tindakan orang lain, (3) tujuan akhir.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan yaitu suatu proses/kegiatan mengarahkan dan memengaruhi orang lain agar bertindak sesuai yang diharapkan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan orang yang menjalankan kegiatan kepemimpinan melalui penerapan ilmu manajemen untuk mencapai tujuan bersama  itu disebut pemimpin. Tentu untuk menjadi seorang pemimpin seseorang itu harus mempunyai kekuasaan. Karena dengan kekuasaan barulah akan dapat memengaruhi orang lain. 
Di dalam suatu organisasi/perusahaan ada yang namanya pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pimpinan. Disinilah peran pemimpin dalam melakukan kegiatan kepemimpinannya yaitu pengambilan keputusan. Kepemimpinan merupakan fungsi dari keefektifan operasional pada pengambilan keputusan di satu organisasi atau administrasi. Pengambilan keputusan adalah pusat dari kegiatan organisasi. Menurut Sabri (2013) pengambilan keputusan adalah memilih dan menetapkan satu alternatif yang dianggap paling tepat dari beberapa alternatif yang dirumuskan. Keputusan itu harus bersifat fleksibel, analitis dan mungkin untuk dilaksanakan dengan dorongan sarana prasarana dan sumber daya yang tersedia (berupa manusia dan material). Sedangkan menurut Koontz (1998, hal. 13) mengatakan bahwa pengambilan keputusan merupakan seleksi berbagai alternatif tindakan yang akan ditempuh merupakan inti perencanaan. Sejalan dengan pendapat tersebut William (1992, hal. 113) mendefinisikan bahwa pengambilan keputusan sebagai seleksi berbagai alternatif kegiatan yang diusulkan untuk memecahkan masalah.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah kegiatan memilih satu alternatif yang dianggap paling tepat dari berbagai alternatif yang ada.
Pengambilan keputusan mempunyai arti penting bagi maju atau mundurnya suatu organisasi. Pengambilan keputusan yang tepat akan menghasilkan suatu perubahan terhadap organisasi ke arah yang lebih baik, namun sebaliknya pengambilan keputusan yang salah akan berdampak buruk pada roda organisasi dan administrasinya.
Proses pengambilan keputusan adalah suatu usaha atau kegiatan yang rasional untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Berikut ini urutan-urutan dalam proses pengambilan keputusan menurut Sutisna (1993, hal. 153) yaitu:
1.      Penentuan masalah
2.      Analisa situasi yang ada
3.      Pengembangan alternatif-alternatif
4.      Analisa alternatif-alternatif
5.      Pilihan alternatif yang paling baik
Pendapat di atas, menegaskan bahwa sebenarnya proses pengambilan keputusan merupkan proses memilih alternatif yang terbaik dalam pemecahan suatu masalah. Memang cara ini memerlukan waktu yang banyak, tetapi kemungkinan terjadi kesalahannya kecil.
Sedangkan menurut Herbart A. Simon (dalam Asnawir, 2006, hal.  215), setidaknya ada tiga tahap yang ditempuh dalam pengambilan keputusan, yaitu:
1.       Tahap penyelidikan, tahap ini dilakukan dengan mempelajari lingkungan atas kondisi yang memerlukan keputusan. Pada tahap ini data mentah yang diperoleh, diolah dan diuji serta dijadikan petunjuk untuk mengetahui atau mengenal persoalan.
2.      Tahap perancangan, pada tahap ini dilakukan pendaftaran, pengembangan, penganalisaan arah tindakan yang mungkin dilakukan dan
3.      Tahap pemilihan,  pada tahap ini dilakukan kegiatan pemilihan arah tindakan dari semua yang ada.
Seorang pemimpin yang mempunyai jabatan  tertinggi di dalam suatu organisasi/perusahaan, dalam melakukan proses pengambilan keputusan haruslah menyesuaikan dari permasalahan yang akan dipecahkan.
Jadi, dalam penggunaan gaya pengambilan keputusan tersebut seorang pemimpin dapat melakukan proses pengambilan keputusan berdasarkan masalah yang sedang terjadi.
Dalam pengambilan keputusan  tidak selamanya berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan bisa saja hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Berikut ini faktor-faktor yang dapat memengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan yaitu: (1) sistem nilai yang berlaku dalam hubungan antara individu dan masyarakat, (2) persepsi atau pandangan seseorang terhadap suatu masalah. Persepsi ini juga dipengaruhi oleh sistem nilai yang berlaku dan pengalaman yang dimiliki/dialami, (3) keterbatasan manusiawi antara lain ketidakmampuan mengumpulkan informasi secara langsung, (4) perilaku politik, kekuasaan dan kekuatan yang terjadi. Banyak keputusan yang diambil tidak maksimal, tetapi hanya merumuskan perilaku politik tertentu, (5) keterbatasan waktu, kesibukan waktu, mengakibatkan informasi-informasi yang diperoleh sangat terbatas pula untuk digunakan dalam pengambilan keputusan dan (6) gaya kepemimpinan yang dimiliki seseorang juga akan mewarnai corak keputusan yang diambil. (Asnawir, 2006, hal. 221-222).
Dari pembahasan tersebut di atas kita kaitkan dengan realita yang sedang hangat menjadi bahan perbincangan yang menuai pro dan contra di berbagai kalangan yaitu mengenai kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh bapak presiden RI yaitu bapak Joko Widodo atau sering disebut bapak Jokowi terkait  kebijakan dinaikannya harga rokok menjadi 2 kali lipat atau sekitar 50 ribu per bungkus.  Dari kasus tersebut, jelas menimbulkan beberapa kritikan dari berbagai kalangan.
Kabar harga rokok yang mahal ini berawal dari berita event 3rd Indonesia Health Economics Association (InaHEA) Congres di Yogyakarta, Kamis (28/7/2016). Berita Kompas.com berjudul Bagaimana jika Harga Sebungkus Rokok Lebih dari Rp. 50.000?  menjadi bahan rujukan blogger atau penulis di situs-situs yang melebih-lebihkan berita tersebut dari aslinya. Berita tersebut menyebar seolah-olah seperti kendaraan yang melaju dengan kecepatan 150 km per jam. Betapa cepat berita tersebut tersebar dan menuaikan pro dan kontra di berbagai kalangan. Media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Messenger, dan lain-lain yang secara berantai menyebarkan informasi dan berita yang kadang dilebih-lebihkan oleh oknum tertentu dari berita aslinya. Padahal berita tersebut belum diumumkan secara resmi oleh bapak presiden kita karena faktanya, keputusan ini belum ada bahkan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany sebagai sumber berita pada kompas.com baru akan membahas hal ini dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani bulan depan. Ujar Rimawan (www. tribunnews.com).
Jokowi sebagai pemimpin negeri justru harus memikirkan matang-matang masalah tersebut. Dampak negatif dan positif yang akan muncul jika secara resmi harga rokok jadi dinaikkan. Apakah lebih banyak dampak positinya atau malah lebih cenderung menimbulkan dampak negatif. Peran Jokowi di sinii sangat menentukan bagi kelangsungan negeri ini. Jika dikaitkan dari teori kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Langkah yang harus dilakukan oleh bapak Jokowi sebagai pemimpin negeri yaitu menganalisis masalah dan mengidentifikasi masalah serta dampak yang akan ditimbulkan. Mengkaji secara keseluruhan tidak hanya pada satu aspek saja.  Setelah itu cari aternatif-alternatif yang memungkinkan untuk mengatasi hal tersebut. Kemudian,  mengkaji alternatif-alternatif tersebut dan pengambilan alternatif terbaik untuk membuat suatu keputusan dan kebijakan yang tidak menimbulkan perseteruan dari berbagai pihak serta tidak merugikan banyak pihak. Gaya kememimpinan dalam proses pengambilan keputusan seperti yang dikatakan oleh Thoha (2012, hal. 320) terdapat empat gaya kepemimpinan dalam pengambilan keputusan yaitu:
1.      Gaya instruksi
2.      Gaya konsultasi
3.      Gaya partisipasi
4.      Gaya delegasi
Bisa saja dalam situasi yang terjadi, bapak jokowi menggunakan gaya konsultasi dan partisipasi. Karena bagaimanapun bapak Jokowi tidak bisa melakukan keputusan sendiri tanpa  melihat sudut pandang lain. Karena masalah tersebut sangat penting untuk dipecahkan. Bapak Jokowi harus mengkaji masalah tersebut dengan berbagai pihak yang ahli pada bidangnya sehingga resiko dari kebijakan yang diambil bisa diminalisir. 
Simpulan dari pembahasan tersebut di atas, bahwa  kepemimpinan seseorang dalam suatu organisasi/perusahaan sangat penting peranannya dalam proses pengambilan keputusan. Karena dalam proses pengambilan keputusan akan sangat menentukan maju tidaknya urusan organisasi/perusahaan. Sehingga disinilah peran pemimpin dalam mengambil keputusan dan menentukan kebijakan serta tanggung jawabnya dalam organisasi/perusahaan.



Referensi:


Asnawir. (2006). Manajemen Pendidikan. Padang: IAIN IB Press.
Koontz. (1998). Manajemen, Ter. Tim Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Oteng, S. (1993). Administrasi Pendidikan Dasar Teoretis untuk Praktek Profesional. Bandung: Angkasa.
Rimawan, R. (2016, Agustus 20). Beredar di Grup Messenger, Ini Daftar Harga Rokok per September 2016, Mengerikan! Retrieved Agustus 21, 2016, from http://m.tribunnews.com/lifestyle/2016/08/20/beredar-di-grup-messenger-ini-daftar-harga-rokok-per-september-2016-mengerikan: www.tribunnews.com
Sabri, A. (2013). Kebijakan dan Pengambilan Keputusan dalam Lembaga Pendidikan Islam. Jurnal Al-Ta'lim, Jilid 1 , 373-379.
Saefullah, E. T. (2010). Pengantar Manajemen. Jakarta: Prenada Media Group.
Thoha, M. (2012). Kepemimpinan dalam Manajemen . Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Usman, H. (2009). Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan Edisi 3. Jakarta: Bumi Aksara.
Wanrich, W. J. (1992). Leadership in administration, of Vocational and Tehnical Education. Ohio: Charles, E. Merril Publishing Company A Bell & Howell Company.


Monday, August 22, 2016

MERDEKA YANG KE-71


wah masih terasa ya sepertinya nuansa-nuansa kemerdekaan. yup karena kurang lebih satu pekan yang lalu tepatnya tanggal 17 Agustus kita sebagai warga negara Indonesia memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Yeaeyyyy Dirgahayu RI yang ke-71.
Nah pada hari itu banyak sekali rakyat Indonesia di berbagai penjuru memperingatinya. wahh meriah sekali sepertinya hehe mulai dari pawai memakai kostum ala-ala tentara jaman dulu yang mau perang melawan penjajah, ada juga yang memakai kostum paskibraka yang katanya mau ngibarin bendera sangsaka merah putih, yang tak kalah meriahnya ada yang memakai kostum seperti orang yang dianiaya dengan baju yang compang camping berlumur darah ihhh sereeeemmmmm hehehe
tidak hanya pawai saja, ada suatu kegiatan yang pasti tidak akan terlewatkan apa ituu? pengen tau? hahaha
yappp bener banget lomba 17 Agustus. hampir di berbagai penjuru melakukan kegiatan lomba 17 Agustus ini. apa aja sih lombanya. pastinya banyak banget dong dan rupa-rupa warnanya eh mksudnya lombanya hihi jadi nyanyi balonku dong hahah
oke lah kita lanjut, nah lombanya apa aja sih nih biasanya lomba ala-ala 17 Agustus tuh mulai dari lomba makan kerupuk, masukin paku kebotol, masukin jarum ke benang, balap karung, masukin belut ke botol, dan masih banyak lagi hehe tapiiiii ada yang tidak pernah terlewatkan yaitu panjat pinang. siapa sih yang gak tau sama nih permainan??pastinya pada tau dong panjat pinang ya hehe cara mainnya yaitu dengan memanjat pohon pinang yang sebelumnya telah diberi pelumas atau pelicin kaya oli dan sebagainya. dibagian atas pohon pinang ini diikatkan berbagai hadiah menarik lhooo yang nantinya bakal diambil sama pemenang dari sekelompok orang yang memainkan permainan ini tentu dong pemenang itu harus berhasil sampai berada di puncak pohon ini. mankanya permainan ini gak bisa dimainkan sendirian, permainan ini harus dimainkan oleh satu tim kira-kira 4 orang atau lebih lah hehe karena dalam permainan ini memerlukan kekuatan dan kerjasama. hmmmm
menurutku permainan panjat pinang ini mengajarkan kita bahwa rakyat Indonesia itu tidak pernah menyerah meski dalam keadaan krisis dan tetap bersatu saling membantu untuk meraih tujuan.
nah kita nih sebagai pemuda penerus bangsa kudu semangat belajar, semangat cari ilmu, semangat meraih cita-cita, semangat bermanfaat buat orang lain, semangat menjadi yang terbaik, agar bisa berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
MERDEKAAAAA

Thursday, July 21, 2016

bagaimana bisa mengokohkan jiwa

bagaimana bisa mengokohkan jiwa jika hati terus tertekan dengan keadaan yang memilukan
rasanya memang seperti ingin mati tapi akupun berfikir kehidupan setelah kematian itu seperti apa
yah sekilas berfikir seperti itu
entah sebuah penantian yang berujung indah atau sebuah penantian yang berujung sakit
ini bukan masalah, ini mungkin hanya sebuah kejadian yang hanya datang seperti angin berhembus yang sesaat hilang
‪#‎quoteswm‬

Thursday, May 12, 2016

Memilih Untuk Melepaskan

Memilih Untuk Melepaskan
#WMNotes
Suasana pagi dengan udara yang sejuk, embun menetes di dedaunan segar sampai hembusan nafasku, kicauan burungpun masih jelas terdengar di luaran sana berterbangan dengan lincahnya. Seperti langit yang kutatap lewat jendela kamarku, aku mulai mengingat lalu merasa yang merangsang jari jemariku untuk mengetik kata demi kata yang mungkin sebuah ungkapan yang kini aku rasakan.
Kenangan memang selalu mencari celah untuk mematahkan ingatan dalam benak. Kenangan itu membawa kamu yang bahkan sudah termakan oleh waktu tetapi tak pernah habis kubebani dengan tanya. Kamu yang pernah begitu kupahami, aku katakan pernah karena memang pernah dan kini tak lagi. Ada sebuah jarak dan batas transparan dari dirimu yang tidak bisa kutembus hanya saja terlihat tapi tak bisa kusentuh. Bayangmu yang tak bisa lagi kuterka, pikiranmu yang tak bisa lagi kumengerti, bahkan sikapmu yang semakin hari semakin tak kupahami akan kemana arah dan tujuannya. Dulu aku katakan itu hal yang sederhana sangat sederhana tapi sekarang apakah yang ada dalam dirimu bisa kutebak? Entahlah karena kini aku tak bisa lagi  menemani harimu, ini sebuah keputusan yang sangat sakit untuk kuputuskan hingga dada berkobar menekan sakitnya hati, kau pasti akan bertanya mengapa jika keputusan yang ku ambil menyakiti diriku sendiri? Aku akan menjawab itu mungkin akan lebih baik bagiku nanti setelah aku benar-benar melupakanmu melepas rasa yang selalu terkurung dalam ingatan di tempurung kepalaku. Jika aku terus bersamamu aku akan  merasakan perih setiap hari. Mungkin kau tak pernah merasa dan bahkan kau tak pernah tau seberapa kuat aku mencoba bertahan denganmu, itu bukan sesuatu yang mudah karena bertahan dengamu berarti aku harus menekan hatiku untuk selalu bisa memahamimu yang kamu sendiripun tidak bisa untuk memahamiku karena aku tahu kau tak sepenuhnya menyayangiku. Sebenarnya ini masalah sederhana yang tak tahu kenapa malah menjadi rumit. Yang akhir-akhir ini malah membuat kita saling menyalahkan satu sama lain. Bukan salahmu jika harus ada kata selesai di antara kita. Dan bukan salahku jika aku tak lagi meneruskan rasa kali pertama yang membuatku bisa mencintaimu dengan tulus. Ini hanya cara kita belajar arti dari sebuah proses pendewasaan. Biarkanlah waktu yang mengajari kita untuk bisa menerimanya.

Aku menyerah untuk rasa ini yang akan memperburuk kondisi hati, aku menyerah untuk menitipkan  segala rasa yang dulu pernah kau pinta dan aku menyerah untuk masa depan yang pernah kita impikan untuk bisa kita wujudkan. Sungguh sebenarnya bukan ini yang kumau, bukan ini yang kuharapkan, dan bukan kondisi ini yang ingin ku rasakan tapi nasi sudah menjadi bubur, cerita kita hanya tinggal kenangan yang kadang kenangan itu selalu mencari jalan untuk bisa lagi masuk dalam ingatan kita. Maaf jika keputusan ini yang harus kuambil dan maaf jika aku secepat ini melepaskan. Memasuki ruang kosong hatimu adalah cara terbaik mengenal cinta, tetapi melepaskan diri adalah satu-satunya cara yang paling tepat untuk menjauh dari pergerakan luka. Kita akan baik-baik saja. Untuk sekarang kita fokus pada kegiatan kita masing-masing, semangatlah untuk meraih cita-cita dan semangat lah untuk terus memperbaiki diri, karena seberapa rencana yang telah kita buat tetaplah rencana Allah yang paling indah. Mungkin ini salah satu rencana-Nya yang belum kita rasakan pasti keindahannya tapi aku yakin suatu saat akan indah pada waktunya. Yah menunggu memang sesuatu yang sangat menyebalkan tetapi di saat waktu menunggu teruslah untuk mengisi waktu untuk meningkatkan kualitas diri agar nanti kita dipertemukan dalam keadaan dimana kita bisa mengerti dan memahami makna cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya.

Sunday, April 17, 2016

Surat Untuk Diriku 5 Tahun Mendatang, Aku Yakin Kamu Sudah Mewujudkan Cita-citamu

Surat Untuk Diriku 5 Tahun Mendatang, Aku Yakin Kamu Sudah Mewujudkan Cita-citamu
Oleh: Wesih Malia
Teruntuk diriku,
Mungkin nanti 5 tahun mendatang kamu akan menjadi orang berbeda. Pastinya berbeda dari hari ini saat aku menulis surat ini untukmu. Aku tahu kamu mempunyai tujuan yang sudah kamu rancang untuk kamu wujudkan di 5 tahun mendatang.  Aku tahu kamu adalah orang yang tidak pernah putus asa dan selalu ingin mencoba dan mencoba.
Aku tahu kamu dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Keluarga yang harmonis dan menghangatkan. Bogor adalah kota kelahiranmu bukan? Sejak itu pada tanggal 16 Juli 1996 kamu dilahirkan tepat pukul 16.00 WIB. Aku tahu semua itu karena kamu adalah aku. Dengan penuh kasih sayang dan harapan dari ayah dan ibu terhadap putri kecilnya, mereka merawatku sampai saat ini umurku 19 tahun. Dan kini, dengan pendidikan yang aku tempuh di bangku kuliah tepatnya di Universitas Pendidikan Indonesia yang berada di kota kembang ini mengharuskan aku untuk jauh dari mereka. Dan akupun jarang sekali untuk pulang ke kampung halaman karena untuk pulang tidak ada uang. Jangankan untuk uang pulang, uang bekal hidup di bandung pun mengandalkan beasiswa. Yah semacam beasiswa untuk orang-orang yang tidak mampu. Kadang rindu sering datang bahkan setiap saat ketika ada masalah. Banyak sekali masalah ataupun persoalan seperti kekurangan bekal hidup, kekurangan peralatan kuliah, serta menghadapi hidup yang keras di kota orang. Terkadang semua itu yang membuatku ingin mengakhiri semuanya dan pulang berkumpul dengan keluarga, namun akupun selalu ingat bahwa orangtua dan keluargaku di sana menaruh harapan besar terhadapku. Aku tidak ingin mengecewakan keluargaku terutama ayah dan ibu yang selalu mendukung keinginanku dan selalu berkorban untukku agar kelak aku dapat meraih cita-citaku. Menjadi seorang guru adalah cita-citaku sejak  umur 6 tahun. Saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar, dengan semangatnya membaca dan belajar untuk dapat menjadi orang pintar dan timbulah keinginan untuk menjadi seorang guru untuk dapat membuat orang-orang pintar. Itu sekilas sejarah yang akan kamu kenang di kemudian nanti setelah kamu memang benar-benar mewujudkannya.
Surat  ini aku buat untuk diriku sendiri di 5 tahun yang akan datang. Mungkin 5 tahun yang akan datang aku sudah menjadi orang yang berbeda. Entah aku sudah sukses meraih cita-citaku atau masih dalam proses pencapaian cita-cita. Bisa saja aku sudah mempunyai pendamping hidup dunia akhirat. Aku berharap di 5 tahun yang akan datang nanti aku sudah berhasil meraih cita-citaku menjadi seorang guru yang cerdas, bermoral, profesional, penuh motivasi, amanah, dan yang paling penting menjadi seorang guru teladan yang disenangi oleh murid-muridnya.
Aku yakin 5 tahun yang akan datang kamu berhasil mewujudkan cita-citamu menyelesaikan studimu dan menjadi seorang guru. Aku ingin kamu wujudkan keinginanku, yaitu melihat ibu dan ayah menangis karena bangga melihatmu memengenakan toga dan berkata “inilah putriku, putri yang dilahirkan dari seorang kuli bangunan dapat menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar sarjana”. Tentu orangtua dan keluargamu bangga terhadap apa yang telah kamu wujudkan. Aku ingin mengatakan selamat untuk kamu wahai diriku karena telah berhasil meraih cita-cita yang selama ini didambakan. Perjuangan yang luar biasa dan akhirnya mampu untuk mewujudkannya. Jangan lupa bersyukur kepada Tuhan, juga berterima kasihlah kepada ayah dan ibu yang setiap hari mendo’akan serta selalu mendukung perjuanganmu. Lalu,  beberapa pertanyaan yang ingin aku ajukan nanti kepadamu wahai diriku. Pertama, bagaimana perasaanmu hari ini? Tentunya kamu lebih bahagia dari aku yang hari ini sedang menuliskan surat untukmu. Kedua, bagaimana rasanya menjadi seorang guru? Ketiga, apakah menyenangkan atau menjengkelkan karena menghadapi kelas dengan latar belakang siswa yang beragam? Semoga itu bukan sesuatu hal yang menjadikan persoalan yang rumit bagimu. Jangan galak-galak  kalau jadi guru nanti di khawatirkan muridnya malah malas dan tidak mau belajar denganmu. Jadilah guru yang disenangi muridnya buatlah muridmu mematuhi perintahmu tapi perintah yang positif. Selamat juga untuk kamu wahai diriku karena mungkin kamu telah di dampingi oleh seseorang yang menjadi pilihan kamu untuk menjadi imam bagi dunia dan akhiratmu.  
Hmmm... rasanya pasti tidak bisa diungkapkan, hanya rasa haru yang ada dibenakmu nanti. Terharu karena impian yang selama ini diinginkan dan diperjuangkan, akhirnya dapat membuahkan hasil.  Dan terharu karena kamu membaca surat ini mengingatkan kamu dengan perjuanganmu saat ini.


CONTOH SURAT LAMARAN PEKERJAAN

  Bogor , 08 Desember 2020 Hal                   : Lamaran Pekerjaan Lampiran          : 1 Berkas   Kepada Yth. .....................