Sunday, November 6, 2016

Membenci Pagi




 Membenci Pagi

Aku selalu senang menghadapi pagi. Dimana dengan pagi itu aku bisa mulai aktivitas. Memulai untuk bisa melakukan yang terbaik dari hari kemarin. Tapi, rasanya pagi ini terasa beda. Aku sempat tak ingin melewatinya. Aku ingin malam sepanjang hari itu karena ada sesuatu yang membuatku seolah tak ingin hidup dipagi ini. Aku tak ingin orang tahu mengapa mataku memerah dan bintitan. Aku tak mau bersikap tak biasanya yang selalu ceria. Aku tak ingin orang lain berpikiran akau sedang galau dan kalut. Aku ingin malam saja, dimana dengan malam, aku bisa menghabiskan waktuku bersama bantal dan guling yang menemaniku di ruang 3x3 meter itu. Tak ada siapapun. Tak ada orang yang bertanya. Tak ada orang yang tahu sekalipun aku menangis atau bahkan tertawa. Sepertinya kesendirian lebih baik untukku saat ini.

Saturday, November 5, 2016

AKU MERINDUKAN MEREKA (Bapak dan Ummi)

AKU MERINDUKAN MEREKA (Bapak dan Ummi)

Sebenarnya hari ini aku tak ada kegiatan apapun diluar, mungkin hanya berdiam diri diruang yang kurang lebih hanya berukuran 3x3 meter dengan ditemani sebuah laptop dari bapak atas hadiah prestasiku kurang lebih 4 tahun silam. Tapi, meskipun aku tidak beranjak kemana-kemana dari ruang ini, aku mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga dari sebuah film india yang berjudul “Baghban”. Sebuah film yang menyadarkan aku arti pentingnya seorang ayah dan ibu. Bagaimana seharusnya anak menghargai orang tua, memuliakannya, menjaganya, serta menghormatinya. Dari sebuah film itu, aku teringat kedua orang tuaku yang kurang lebih 40 hari tak bertemu. Rasa rindu yang menggebu tiba-tiba datang seolah-olah mereka memanggilku. Ingin sekali rasanya aku memeluk mereka, tapi apalah daya. Hanya sebuah do’a yang mengiringinya. Aku merindukan kedua orangtuaku. Ingin sekali rasanya bertemu dengan mereka. Semoga Allah senantiasa melindungi mereka, mecurahkan kasih dan sayangNya untuk mereka malaikatku di dunia ini.
Orang bilang mengapa tidak pulang saja, kalau memang merindukan orang tua. Ucapan yang sederhana namun, bagiku penuh pertimbangan. Bagaimana bisa aku pulang? Untuk bekal hidup disini saja kekurangan bahkan hari-hari ini aku harus menghematnya karena bekal ku sudah mulai mau habis. Dan untuk memintanya ke bapak aku perlu berpikir dua kali. Mengapa? Karena aku tahu bapak sedang tidak punya uang, aku tak ingin memaksanya untuk segera mendapatkan uang. Belum lagi bekal untuk dikirim ke ummi dan adik-adikku. Cari pinjaman sana-sini, tak ada. Memang sedih, tapi harus bagaimana lagi. Tapi aku sedikit tak khawatir karena aku punya Allah yang selalu memberi jalan kepada hambanya jika hambanya berusaha. Aku selalu meyakini itu!
Pak, mii, maafkan aku yang selalu mengeluh disini, ditempat yang jauh ini. Selalu mengeluh ketika kehabisan uang bekal, mengeluh ketika beasiswa belum cair, mengeluh dengan mata kuliah yang sulit dipahami, mengeluh karena tak sama dengan orang-orang yang ketika mereka meminta apapun itu selalu dikabulkan oleh orangtuanya, mengeluh dengan keadaan yang selalu kekurangan, mengeluh dengan beban ini,  Maafkan aku, yang selalu iri dengan mereka-mereka yang selalu mudah mendapatkan materi, menghabiskan uang dan memintanya lagi dengan mudah, pergi main bersama teman-teman ke tempat-tempat mahal, ketempat wisata, dan masih banyak lagi. Maafkan aku, yang tak pernah bersyukur ini pak, mii. Maafkan aku yang tak pernah sadar bahwa aku disini juga berkat bapak dan ummi meskipun ada beasiswa yang aku dapatkan tapi tetap jasa bapak dan ummi pun sangat besar untuk aku bisa sampai ditempat ini untuk menyelasikan studiku yang sudah setengah jalan ini.
Aku tahu bahwa semua yang aku keluhkan ini belum seberapa dari bagian atas cobaan dan beban hidup ini. Aku tak pernah menyadari kuatnya bapak dan ummii dalam menjalani hidup sampai saat ini. Aku tak pernah mendengar rengekan dan keluhan yang terlontar dari bibir bapak dan ummi. Padahal aku tahu keringat bapak dan ummi lebih sakit dari apa yang aku rasakan. Tapi bapak dan ummi tak pernah mengeluh itu.
Pak, mii, disini aku belajar banyak hal. Belajar arti hidup dan kehidupan. Bertemu dengan orang-orang yang baik, bertemu dengan orang-orang yang hebat, orang-orang luar biasa yang selalu memotivasi aku, sampai-sampai aku juga bertemu dengan orang-orang yang tak sepaham denganku. Ini sebenarnya yang selalu menjengkelkanku. Tapi aku belajar banyak hal dari orang-orang itu, aku lebih mengerti dan mampu memaknai hidup ini. Hidup yang tak hanya soal materi, tapi soal ketenangan. Soal seberapa kuat kita bertahan atas benturan yang datang silih berganti dalam kehidupan ini.
YaAllah aku tak ingin mengecewakan kedua orangtuaku. Aku ingin mewujudkan keinginan dan harapannya terhadapku. Aku ingin membuat mereka menangis karena bangga melihatku mengenakan toga di hari itu. Menyelesaikan studiku dengan tepat waktu dan melanjutkan kehidupan yang lebih baik setelah itu. Yang dapat menjadi tulang punggung keluargaku. Mengantarkan adik-adikku menuju kesuksesannya. Aku ingin bapak mengatakan “ini putriku, putri yang dibesarkan oleh seorang bapak yang hanya sebagai kuli bangunan yang telah berhasil menyelesaikan studinya, bapak bangga kepadamu nak” dengan penuh haru akan aku peluk bapak dengan eratnya. Dan ummi adalah wanita yang tak pernah bosan mengucap namaku dalam setiap do’anya. Wanita yang selalu menguatkan aku ketika aku mengeluh disini. Yang selalu mengajari dan memotivasi diri ini untuk selalu semangat dan pantang menyerah dalam menggapai mimpi.
Pak, mii, aku ingin meminta ridho bapak dan ummi untuk aku disini yang sedang berjalan menuju kesuksesanku. Yang selalu berusaha mewujudkan cita-cita bapak dan umii. Bantu aku untuk tetap kuat dan sabar dalam menjalani hari-hariku disini. Semoga semangatku tak pernah berhenti sampai disini. Semoga aku selalu istiqomah dengan tujuanku. Sehat terus yah pak, mii. Tunggu aku mewujudkan impianku. I LOVE DAD, MOM.


  1.  

Wednesday, October 12, 2016

Tak Jatuh tapi Sakit

Tak jatuh tapi sakit. Entah keadaan apa ini. Aku tak bisa menterjemahkan. Aku tak pandai memahami rasa. Lagi-lagi soal rasa. Karena setiap kali melewati ini aku sakit. Aku tertekan. Ingin menjerit. Penat semakin menggumpal. Ya Tuhan aku tak mengerti. Apa yang harus aku lakukan. Beri aku secercah cahaya sebagai petunjukMu. Apa yang harus aku lakukan. Apa yang mesti aku pilih.


Monday, September 12, 2016

RINDU


Kata Wida judulnya Rindu

(RINDU)
Aku tidak sesak mengungkap rindu di hati
Karena rasa itu yang selalu menggeluti
Entah harus berapa lama menanti
Aku hanyalah seuntai sajak yang tak berarti
Maknapun tak bisa ku pahami
Apa maksdunya?
Apa inginnya?
Apa seharusnya?
Siapa yang bisa menjawabnya?
Malam dengan gelapnya
Siang dengan terangnya
Langit dengan bintangnya
Membentuk formasi, tak bisa dicegahnya
Beradu di cakrawala
Menghalangi sang surya
Semilir angin beradu dengan kencangnya
Menggores tubuh dengan dinginnya
Malam ini hanya gurauan
Yang mengusikku seperti berkepanjangan
Yang membuat aku merindukan

Kepada dia sang pujaan

Wednesday, August 24, 2016

KEPEMIMPINAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

KEPEMIMPINAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Studi Kasus: Jokowi Harus Berani mengambil Kebijakan Untuk Menaikan Harga Rokok
Oleh: Wesih Malia
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dihadapkan pada persoalan yang kompleks mulai  dari persoalan yang mudah untuk dipecahkan bahkan ada persoalan yang menuntut kita berpikir keras. Tentu saja dalam menghadapi setiap persoalan dibutuhkan pemikiran yang jernih sehingga resiko yang diambil pun tidak terlalu besar. Apalagi di dalam suatu organisasi persoalan-persoalan itu pasti akan muncul.
Dalam sebuah organisasi selalu terjadi interaksi dari beberapa orang secara intensif. Di mana interaksi dilakukan itu semata-mata untuk pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan. Dinamika organisasi maupun perusahaan bersifat dinamis. Sehingga karyawan dituntut memiliki kompetensi yang tinggi untuk menghadapi persaingan. Bukan hanya masalah kompetensi SDM yang harus diperhatikan tetapi teknologi yang digunakan, bahan baku, metode kerja, dan lain-lain. Semua itu perlu di arahkan, di atur, serta dikembangkan untuk pencapaian tujuan. Tentu hal tersebut menjadi sebuah pertimbangan organisasi/perusahaan yang sering kita sebut sebagai manajemen. Sedangkan inti dari manajemen adalah kepemimpinan (leadership).
Menurut Stoner, Freeman, dan Gilbert (1995) dalam (Saefullah, 2010, hal. 255) , mendefinisikan bahwa kepemimpinan adalah the process of directing and influencing the task related activities of group members. Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan memengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan.  Sedangkan menurut Griffin dalam (Saefullah, 2010, hal. 255), membagi pengertian kepemimpinan menjadi 2 konsep, yaitu sebagai proses dan sebagai atribut. Sebagai proses, kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin menggunakan pengaruhnya dalam memperjelas tujuan organisasi bagi para pegawai, bawahan, atau yang dipimpinnya. Dari sisi atribut, kepemimpinan adalah karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
Berbeda dengan Bush dalam (Usman, 2009, hal. 281) menyatakan bahwa yang dimaksud kepemimpinan ialah memengaruhi tindakan orang lain untuk mencapai tujuan akhir yang diharapkan. Definisi ini mengandung pengertian yaitu (1) memengaruhi, (2) tindakan orang lain, (3) tujuan akhir.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan yaitu suatu proses/kegiatan mengarahkan dan memengaruhi orang lain agar bertindak sesuai yang diharapkan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan orang yang menjalankan kegiatan kepemimpinan melalui penerapan ilmu manajemen untuk mencapai tujuan bersama  itu disebut pemimpin. Tentu untuk menjadi seorang pemimpin seseorang itu harus mempunyai kekuasaan. Karena dengan kekuasaan barulah akan dapat memengaruhi orang lain. 
Di dalam suatu organisasi/perusahaan ada yang namanya pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pimpinan. Disinilah peran pemimpin dalam melakukan kegiatan kepemimpinannya yaitu pengambilan keputusan. Kepemimpinan merupakan fungsi dari keefektifan operasional pada pengambilan keputusan di satu organisasi atau administrasi. Pengambilan keputusan adalah pusat dari kegiatan organisasi. Menurut Sabri (2013) pengambilan keputusan adalah memilih dan menetapkan satu alternatif yang dianggap paling tepat dari beberapa alternatif yang dirumuskan. Keputusan itu harus bersifat fleksibel, analitis dan mungkin untuk dilaksanakan dengan dorongan sarana prasarana dan sumber daya yang tersedia (berupa manusia dan material). Sedangkan menurut Koontz (1998, hal. 13) mengatakan bahwa pengambilan keputusan merupakan seleksi berbagai alternatif tindakan yang akan ditempuh merupakan inti perencanaan. Sejalan dengan pendapat tersebut William (1992, hal. 113) mendefinisikan bahwa pengambilan keputusan sebagai seleksi berbagai alternatif kegiatan yang diusulkan untuk memecahkan masalah.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah kegiatan memilih satu alternatif yang dianggap paling tepat dari berbagai alternatif yang ada.
Pengambilan keputusan mempunyai arti penting bagi maju atau mundurnya suatu organisasi. Pengambilan keputusan yang tepat akan menghasilkan suatu perubahan terhadap organisasi ke arah yang lebih baik, namun sebaliknya pengambilan keputusan yang salah akan berdampak buruk pada roda organisasi dan administrasinya.
Proses pengambilan keputusan adalah suatu usaha atau kegiatan yang rasional untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Berikut ini urutan-urutan dalam proses pengambilan keputusan menurut Sutisna (1993, hal. 153) yaitu:
1.      Penentuan masalah
2.      Analisa situasi yang ada
3.      Pengembangan alternatif-alternatif
4.      Analisa alternatif-alternatif
5.      Pilihan alternatif yang paling baik
Pendapat di atas, menegaskan bahwa sebenarnya proses pengambilan keputusan merupkan proses memilih alternatif yang terbaik dalam pemecahan suatu masalah. Memang cara ini memerlukan waktu yang banyak, tetapi kemungkinan terjadi kesalahannya kecil.
Sedangkan menurut Herbart A. Simon (dalam Asnawir, 2006, hal.  215), setidaknya ada tiga tahap yang ditempuh dalam pengambilan keputusan, yaitu:
1.       Tahap penyelidikan, tahap ini dilakukan dengan mempelajari lingkungan atas kondisi yang memerlukan keputusan. Pada tahap ini data mentah yang diperoleh, diolah dan diuji serta dijadikan petunjuk untuk mengetahui atau mengenal persoalan.
2.      Tahap perancangan, pada tahap ini dilakukan pendaftaran, pengembangan, penganalisaan arah tindakan yang mungkin dilakukan dan
3.      Tahap pemilihan,  pada tahap ini dilakukan kegiatan pemilihan arah tindakan dari semua yang ada.
Seorang pemimpin yang mempunyai jabatan  tertinggi di dalam suatu organisasi/perusahaan, dalam melakukan proses pengambilan keputusan haruslah menyesuaikan dari permasalahan yang akan dipecahkan.
Jadi, dalam penggunaan gaya pengambilan keputusan tersebut seorang pemimpin dapat melakukan proses pengambilan keputusan berdasarkan masalah yang sedang terjadi.
Dalam pengambilan keputusan  tidak selamanya berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan bisa saja hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Berikut ini faktor-faktor yang dapat memengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan yaitu: (1) sistem nilai yang berlaku dalam hubungan antara individu dan masyarakat, (2) persepsi atau pandangan seseorang terhadap suatu masalah. Persepsi ini juga dipengaruhi oleh sistem nilai yang berlaku dan pengalaman yang dimiliki/dialami, (3) keterbatasan manusiawi antara lain ketidakmampuan mengumpulkan informasi secara langsung, (4) perilaku politik, kekuasaan dan kekuatan yang terjadi. Banyak keputusan yang diambil tidak maksimal, tetapi hanya merumuskan perilaku politik tertentu, (5) keterbatasan waktu, kesibukan waktu, mengakibatkan informasi-informasi yang diperoleh sangat terbatas pula untuk digunakan dalam pengambilan keputusan dan (6) gaya kepemimpinan yang dimiliki seseorang juga akan mewarnai corak keputusan yang diambil. (Asnawir, 2006, hal. 221-222).
Dari pembahasan tersebut di atas kita kaitkan dengan realita yang sedang hangat menjadi bahan perbincangan yang menuai pro dan contra di berbagai kalangan yaitu mengenai kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh bapak presiden RI yaitu bapak Joko Widodo atau sering disebut bapak Jokowi terkait  kebijakan dinaikannya harga rokok menjadi 2 kali lipat atau sekitar 50 ribu per bungkus.  Dari kasus tersebut, jelas menimbulkan beberapa kritikan dari berbagai kalangan.
Kabar harga rokok yang mahal ini berawal dari berita event 3rd Indonesia Health Economics Association (InaHEA) Congres di Yogyakarta, Kamis (28/7/2016). Berita Kompas.com berjudul Bagaimana jika Harga Sebungkus Rokok Lebih dari Rp. 50.000?  menjadi bahan rujukan blogger atau penulis di situs-situs yang melebih-lebihkan berita tersebut dari aslinya. Berita tersebut menyebar seolah-olah seperti kendaraan yang melaju dengan kecepatan 150 km per jam. Betapa cepat berita tersebut tersebar dan menuaikan pro dan kontra di berbagai kalangan. Media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Messenger, dan lain-lain yang secara berantai menyebarkan informasi dan berita yang kadang dilebih-lebihkan oleh oknum tertentu dari berita aslinya. Padahal berita tersebut belum diumumkan secara resmi oleh bapak presiden kita karena faktanya, keputusan ini belum ada bahkan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany sebagai sumber berita pada kompas.com baru akan membahas hal ini dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani bulan depan. Ujar Rimawan (www. tribunnews.com).
Jokowi sebagai pemimpin negeri justru harus memikirkan matang-matang masalah tersebut. Dampak negatif dan positif yang akan muncul jika secara resmi harga rokok jadi dinaikkan. Apakah lebih banyak dampak positinya atau malah lebih cenderung menimbulkan dampak negatif. Peran Jokowi di sinii sangat menentukan bagi kelangsungan negeri ini. Jika dikaitkan dari teori kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Langkah yang harus dilakukan oleh bapak Jokowi sebagai pemimpin negeri yaitu menganalisis masalah dan mengidentifikasi masalah serta dampak yang akan ditimbulkan. Mengkaji secara keseluruhan tidak hanya pada satu aspek saja.  Setelah itu cari aternatif-alternatif yang memungkinkan untuk mengatasi hal tersebut. Kemudian,  mengkaji alternatif-alternatif tersebut dan pengambilan alternatif terbaik untuk membuat suatu keputusan dan kebijakan yang tidak menimbulkan perseteruan dari berbagai pihak serta tidak merugikan banyak pihak. Gaya kememimpinan dalam proses pengambilan keputusan seperti yang dikatakan oleh Thoha (2012, hal. 320) terdapat empat gaya kepemimpinan dalam pengambilan keputusan yaitu:
1.      Gaya instruksi
2.      Gaya konsultasi
3.      Gaya partisipasi
4.      Gaya delegasi
Bisa saja dalam situasi yang terjadi, bapak jokowi menggunakan gaya konsultasi dan partisipasi. Karena bagaimanapun bapak Jokowi tidak bisa melakukan keputusan sendiri tanpa  melihat sudut pandang lain. Karena masalah tersebut sangat penting untuk dipecahkan. Bapak Jokowi harus mengkaji masalah tersebut dengan berbagai pihak yang ahli pada bidangnya sehingga resiko dari kebijakan yang diambil bisa diminalisir. 
Simpulan dari pembahasan tersebut di atas, bahwa  kepemimpinan seseorang dalam suatu organisasi/perusahaan sangat penting peranannya dalam proses pengambilan keputusan. Karena dalam proses pengambilan keputusan akan sangat menentukan maju tidaknya urusan organisasi/perusahaan. Sehingga disinilah peran pemimpin dalam mengambil keputusan dan menentukan kebijakan serta tanggung jawabnya dalam organisasi/perusahaan.



Referensi:


Asnawir. (2006). Manajemen Pendidikan. Padang: IAIN IB Press.
Koontz. (1998). Manajemen, Ter. Tim Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Oteng, S. (1993). Administrasi Pendidikan Dasar Teoretis untuk Praktek Profesional. Bandung: Angkasa.
Rimawan, R. (2016, Agustus 20). Beredar di Grup Messenger, Ini Daftar Harga Rokok per September 2016, Mengerikan! Retrieved Agustus 21, 2016, from http://m.tribunnews.com/lifestyle/2016/08/20/beredar-di-grup-messenger-ini-daftar-harga-rokok-per-september-2016-mengerikan: www.tribunnews.com
Sabri, A. (2013). Kebijakan dan Pengambilan Keputusan dalam Lembaga Pendidikan Islam. Jurnal Al-Ta'lim, Jilid 1 , 373-379.
Saefullah, E. T. (2010). Pengantar Manajemen. Jakarta: Prenada Media Group.
Thoha, M. (2012). Kepemimpinan dalam Manajemen . Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Usman, H. (2009). Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan Edisi 3. Jakarta: Bumi Aksara.
Wanrich, W. J. (1992). Leadership in administration, of Vocational and Tehnical Education. Ohio: Charles, E. Merril Publishing Company A Bell & Howell Company.


Monday, August 22, 2016

MERDEKA YANG KE-71


wah masih terasa ya sepertinya nuansa-nuansa kemerdekaan. yup karena kurang lebih satu pekan yang lalu tepatnya tanggal 17 Agustus kita sebagai warga negara Indonesia memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Yeaeyyyy Dirgahayu RI yang ke-71.
Nah pada hari itu banyak sekali rakyat Indonesia di berbagai penjuru memperingatinya. wahh meriah sekali sepertinya hehe mulai dari pawai memakai kostum ala-ala tentara jaman dulu yang mau perang melawan penjajah, ada juga yang memakai kostum paskibraka yang katanya mau ngibarin bendera sangsaka merah putih, yang tak kalah meriahnya ada yang memakai kostum seperti orang yang dianiaya dengan baju yang compang camping berlumur darah ihhh sereeeemmmmm hehehe
tidak hanya pawai saja, ada suatu kegiatan yang pasti tidak akan terlewatkan apa ituu? pengen tau? hahaha
yappp bener banget lomba 17 Agustus. hampir di berbagai penjuru melakukan kegiatan lomba 17 Agustus ini. apa aja sih lombanya. pastinya banyak banget dong dan rupa-rupa warnanya eh mksudnya lombanya hihi jadi nyanyi balonku dong hahah
oke lah kita lanjut, nah lombanya apa aja sih nih biasanya lomba ala-ala 17 Agustus tuh mulai dari lomba makan kerupuk, masukin paku kebotol, masukin jarum ke benang, balap karung, masukin belut ke botol, dan masih banyak lagi hehe tapiiiii ada yang tidak pernah terlewatkan yaitu panjat pinang. siapa sih yang gak tau sama nih permainan??pastinya pada tau dong panjat pinang ya hehe cara mainnya yaitu dengan memanjat pohon pinang yang sebelumnya telah diberi pelumas atau pelicin kaya oli dan sebagainya. dibagian atas pohon pinang ini diikatkan berbagai hadiah menarik lhooo yang nantinya bakal diambil sama pemenang dari sekelompok orang yang memainkan permainan ini tentu dong pemenang itu harus berhasil sampai berada di puncak pohon ini. mankanya permainan ini gak bisa dimainkan sendirian, permainan ini harus dimainkan oleh satu tim kira-kira 4 orang atau lebih lah hehe karena dalam permainan ini memerlukan kekuatan dan kerjasama. hmmmm
menurutku permainan panjat pinang ini mengajarkan kita bahwa rakyat Indonesia itu tidak pernah menyerah meski dalam keadaan krisis dan tetap bersatu saling membantu untuk meraih tujuan.
nah kita nih sebagai pemuda penerus bangsa kudu semangat belajar, semangat cari ilmu, semangat meraih cita-cita, semangat bermanfaat buat orang lain, semangat menjadi yang terbaik, agar bisa berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
MERDEKAAAAA

Thursday, July 21, 2016

bagaimana bisa mengokohkan jiwa

bagaimana bisa mengokohkan jiwa jika hati terus tertekan dengan keadaan yang memilukan
rasanya memang seperti ingin mati tapi akupun berfikir kehidupan setelah kematian itu seperti apa
yah sekilas berfikir seperti itu
entah sebuah penantian yang berujung indah atau sebuah penantian yang berujung sakit
ini bukan masalah, ini mungkin hanya sebuah kejadian yang hanya datang seperti angin berhembus yang sesaat hilang
‪#‎quoteswm‬

CONTOH SURAT LAMARAN PEKERJAAN

  Bogor , 08 Desember 2020 Hal                   : Lamaran Pekerjaan Lampiran          : 1 Berkas   Kepada Yth. .....................